Menampilkan
pembacaan puisi & cerpen, serta
dialog "Sastera & wanita" oleh
Wawan Sofwan dan 3 penulis wanita dari Komunitas Sastra Dewi Sartika
Jawa Barat, Indonesia : Tetet Cahyati/Nenden Lilis A./Eriyanti Dewi, pada
jam 8.30 malam di rumahykp, Ipoh.
Biodata
seniman
-------------------------------------------------------
Tetet
Cahyati
Lahir di Bandung, dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang
sangat mencintai seni. Ia menulis diberbagai media dibimbing ayahnya Popo Iskandar
(alm) sejak di bangku SD. Selain senang melukis ia juga menulis cerpen, novel
dan puisi. Karya sastranya yang telah dibukukan antara lain Kembang Ilalang (novel),
Sunset di Aberdeen (cerpen), Sebuah Karunia, Pengemis dan Seruling, "Bunga
Yang Berserak" (Puisi).
Pendidikan yang telah ditempuhnya adalah
menyelesaikan pendidikan sarjananya di Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP IKIP
Bandung, Magister Ekonomi di STIE IE Bandung serta yang sekarang sedang dijalani
Program Doktor Ekonomi di Prgram Pasca Sarjana UNPAD. Sekarang menjadi pengajar
STMIK. STIEB di Bandung dan Penilik PLS Depdiknas.
Aktif
menggiatkan kesenian di Griya Seni Popo Iskandar sebagai Ketua Bidang Pendidikan
dan di Sanggar Seni Tirtasari Bandung.
Nenden
Lilis A.
Lahir di Malangbong Garut Jawa Barat Indonesia, 26 September
1971, Sarjananya ia diselesaikan di Jurusan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
FPBS IKIP Bandung. Adapun magister programnya ia tuntaskan di Program Pascasarjana
Konsentrasi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Pendidikan Indonesia
(UPI/IKIP). Tulisan-tulisannya berupa esai, resensi, cerpen, dan puisi tersebar
di berbagai media massa lokal dan nasional yang terbit di Indonesia. Sejumlah
puisinya terbit dalam berbagai antologi bersama, yaitu Mimbar Penyair Abad 21
(Balai Pustaka), Malam Seribu Bulan (Forum Sastra Bandung/FSB), Tangan Besi (FSB),
Gelak Esai dan Ombak Sajak Anno 2000 (Kompas), Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia
(Grasindo), Dari Fansuri ke Handayani (Horison), Bunga yang Berserak (KSDS), dll.
Adapun antologi tunggalnya berjudul Negeri Sihir (Diwan Pustaka). Selain itu,
puisi-puisinya dibicarakan dan dianalisis Korrie Layun Rampan dalam buku Wanita
Penyair Indonesia (Balai Pustaka).
Sejumlah cerpennya terbit dalam antologi bersama, antara lain antologi Dunia Ibu,
Dunia Perempuan (ed. Korrie layun rampan), dibicarakan secara khusus dalam buku
Apresiasi Cerita Pendek Indonesia (ed. Korrie layun Rampan), Bulan Kertas (FBA
Press), dan Dua Tengkorak Kepala, Cerpen Pilihan Kompas 2000 (Penerbit Buku Kompas).
Dalam bidang cerpen, ia pernah memenangkan lomba penulisan cerpen yang diselenggarakan
Mingguan Pikiran Rakyat Edisis Cirebon dan Bank BTPN Cirebon (1993), dan salah
satu cerpennya terpilih dalam Cerpen Pilihan Kompas 2000.
Ia kerap diundang pada berbagai kegiatan sastra, baik sebagai pemakalah, pembaca
puisi, maupun pembaca cerpen, antara lain pada Mimbar Penyair Abad 21 (1996),
Workshop Cerpen Majelis sastra Asia Tenggara (1998), Festival de Winternachten
di Den Haag Belanda dan pembacaan puisi di KBRI Paris Prancis (1999), Festival
Puisi Internasional Winternachten overzee di Teater Utan Kayu Jakarta (2000),
Festival Puisi Indonesia (2002), dll. Ia juga kerap diundang mengisi ceramah dan
apresiasi sastra di berbagaiuniversitas dan sekolah di berbagai kota di Indonesia.
Kini bekerja sebagai dosen di Jurusan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS
UPI.

Eriyanti
Nurmala Dewi
Lahir dan dibesarkan di Sukabumi. Selain pernah menjadi
Redaktur Budaya dan Feature Tabloid "Hikmah", ia juga menulis puisi
dan cerpen. Wartawan HU Galamedia ini banyak juga menulis artikel seni dan budaya.
Beberapa puisi dan opininya sempat dimuat di beberapa media dan dibukukan dalam
antologi, ia mengaku dunia kepenyiaran sebagai dunia kontemplasi semata dari rutinitasnya.
Bergabung dengan Komunitas Sastra Dewi Sartika Bandung (FSB) untuk baca puisi
Hari Ibu di Rumentang Siang. Ia juga pernah ikut kunjungan cendekiawan muda Masika
ICMI Jabar ke Malaysia tahun 1994.
Wawan
Sofwan
Beliau dilahirkan pada 17 Oktober 1965 dan mendapat pendidikan
awal Chemistry Education di UPI Bandung pada tahun 1991. Beliau mula aktif dalam
bidang teater bermula sejak tahun 1984 di Student Theater dan kemudian pada tahun
1986, beliau melanjutkan pembelajaran teater di Studiklub Teater Bandung, di mana
ia merupakan salah satu teater modern yang tertua di Indonesia.
Antara filem
lakonan beliau adalah King Lear, Impian di Tengah Musim, Julius Caesar, Doa Carlus
dan lain-lain. Beliau mula berjinak-jinak dengan monolog pada tahun 1994. Antara
pementasan monolog beliau yang pertama adalah Oknum, Dam, Laporan untuk Akademi,
Zarathustra, Indonesia, Menggugat dan Kontrabass.
Di samping itu, Wawan Sofwan juga mendapat biasiswa dari Goethe Institut, German
untuk belajar Bahasa German dan mempelajari Research Theater dari tahun 1995 hingga
1996. Kemudian, sejak tahun 1996-2000, beliau mula mengikutipelbagai festival
di Australia lalu bergabung dengan main teater Melbourne, dan mendapat anugerah
"The Melbourne Fringe Theater Award" serta dicalonkan sebagai "Green
Room Award Australia". Pada tahun 2000, beliau mengikut pertemuan atau kursus
"International Forum for Theater Worker di berlin German".
Dan yang terbaru, tahun 2004, beliau mengikuti The London International Festival
of Theater. Beliau juga pernah mengikuti bengkel-bengkel seperti Dramatugi, Stage
Design, Voice dan Jogling, puppet, Commedia del Arte dan Acting di Bandung, Jakarta.
Melbourne dan Berlin.
Sebagai memenuhi minat beliau, sekarang beliau mengajar di Voice Training di Jakrta
san Sutradara Teater di Bandung.
