PAMERAN wOm(b) SHIA YIH YIING

Pameran dirasmikan oleh YBhg. Datuk P.G. Lim pada Khamis, 6 Mei 2004, jam 5.30 ptg di Galeri Petronas. Pameran akan berlangsung dari 6 Mei 2004 sehingga 23 Mei 2004 di Galeri Petronas.

By accentuating the universal theme of Mother and Child, this solo exhibition by Shia Yih Yiing is "an attempt to represent and convey a mother's concern and emphasis over her children's physical and intellectual growth". It is a visual manifestation of the journey in womanhood, visual expression of the trial and tribulation of motherhood to understand the 'metaphysics of substance' of the female gender via artistic processes. Integrating proper choice of images, themes, the arrangement of objects and the use of space, she creates an interesting visual text; hers constitutes an autobiographical narrative which happens to be shared and felt by many mother-women. The deployment of specific materiality (the iconographies, the colours, the space, the medium) needs to be read in relation to the intertextuality of Shia Yih Yiing's simultaneous experience as a woman and a mother-of-three artist, and her sense of mother's jouissance.

The main abstraction in Shia Yih Yiing's work is the idea of making a psychological journey into a woman's womb to signify the conception of life, residing inside it to denote the gestation period, and reemerging from it to symbolise a (re)birth. By moving around the 'Bustle Gallery', in which spatial arrangement is constructed a metaphorical womb complete with vaginal entrance and uterus walls adorned with paintings and drawings, the audience becomes reproductive spermatozoa orbiting in a chaotic frenzy to ponder the mystery of symbols of the 'O'. A meaningful or inconsequential (re)birth is determined by the audience's success or failure in grasping the intentionality of the artist and the meaning potentials provided by her artworks, specifically the 'Eggspression'. The purpose of the journey into the representational seat of female psyche is to visually, mentally and transcendentally interact with the totality of the artworks. The travel turns into a kind of transformative ritual to reach awareness of womanhood, to accomplish consciousness of motherhood, to comprehend the ecstasy of the feminine mystique instead of her physique alone.

In exploring woman's body and her world as a site of social, sexual, religious, political and cultural identity, Shia Yih Yiing's portrayal of an angelic woman-mother and her importance to the physical survival and civilisational development of her children, is basically to keep a certain narrative of the self going. At the least, through this pictorial reality she strives to define for herself a specific biographical narrative. Her artistic treatment of relevant images, iconographies, symbolisms etc, in the perspective of "sentiments (self), feminism (universal), everyday affairs, appropriation (of other artists' works) and poetic and metaphoric imagery (singular object and text)," investigate the potential dispositions of contemporary women. In spite of them being continuously castrated, devalued by patriarchal ideologies along the line of biological rhetorics and physiological reasonings, women could no more remain as 'bearers' of meanings but transform to be 'makers' of meanings.

Dengan mengungkapkan tema universal Ibu-Anak, pameran perseorangan Shia Yih Yiing kali ini merupakan "usaha untuk menggambarkan kepedulian ibu terhadap perkembangan fizikal dan intelektual anak-anaknya". Proses artistik pelukis di dalam mengunjurkan 'unsur-unsur metafizik' kaum hawa adalah manifestasi visual akan penerokaan mendekati kewanitaan serta ekspresi tampak mendalami jagat keibuan. Melalui pemilihan imej, tema, susunatur objek dan penggunaan ruang yang wajar, beliau mencipta teks visual yang menarik demi memperjelaskan naratif peribadinya yang kebetulan turut dialami oleh ramai ibu-wanita. Penggunaan 'materialiti' yang spesifik (ikonografi, warna, ruang, bahan) harus sekali direnung berlandaskan hubungkait 'intertekstualiti' pengalaman Shia Yih Yiing sebagai seorang pelukis wanita dan juga ibu kepada tiga cahayamata serta naluri 'jouissance' keibuannya.

Karya-karya Yih Yiing sesungguhnya bertunjangkan konsep merangka sejalur perjalanan saikologikal melegari 'rahim' wanita: permulaan yang disifatkan sebagai pembenihan wujud hayat, legaran yang membawa tanda pembuntingan jasad, pengedaran keluar sebagai konotasi kepada kelahiran (semula) lembaga insan. Mengitari gelanggang 'Bustle Gallery', sebagai sebuah ruang metafora mewakili kelongsong kandungan lengkap dengan saluran 'faraj' dan dinding 'uterus' yang dipenuhi catan dan lakaran, khalayak menjadi sekumpulan benih yang gawat merenungi erti misteri kepada keagungan simbol 'O'. Kelahiran (semula) yang bermakna atau pun yang hampa bergantung mutlak kepada kejayaan atau kepincangan khalayak memahami hasrat sebenar sang pelukis dan makna-makna yang menyirati karya-karya, istimewa 'Eggspression'. Kembara tampak menyelami psika hawa tersebut adalah agar dapat, secara visual, mental dan transendental, muncul interaksi dengan keseluruhan paparan karya. Jelajah ini umpama direncana menjadi sebentuk ritual transformatif ke arah mencanai kefahaman tentang kewanitaan, demi menggapai kepedulian terhadap dunia ibu; justeru menjamah ekstasi mistik kaum hawa dan bukan susuk badan mereka semata.

Di dalam meneroka jasad dan jagat wanita sebagai lapangan identiti sosial, seksual, agama, politik dan budaya, representasi Shia Yih Yiing mengenai wanita-ibu mithali serta kepentingannya ke atas kelangsungan fizikal dan perkembangan intelek anak-anak seakan mengabsahkan serangkap naratif diri tertentu. Sekurang-kurang, melalui realiti yang digambarkan ini, beliau cuba mentakrif buat dirinya sendiri sebuah naratif biografikal yang spesifik. Sentuhan artistik beliau mengolah imej-imej, ikonografi, simbolisme dan lain-lain menyusuri perspektif "perasaan (diri), feminisme (universal), hal-hal seharian, apropriasi (terhadap karya-karya pelukis lain) dan imajan berbaur puitis dan metaforik (objek dan teks)", berdaya menyelongkar potensi jatidiri wanita kontemporari. Walau pun terus-terusan ditindas, diperleceh oleh ideologi-ideologi patriarki berlandaskan retorika biologi dan alasan-alasan fisiologi, wanita tidak lagi menjadi 'pembawa' makna sebaliknya sebagai 'pembuat' makna.


Nur Hanim Mohamed Khairuddin

Kurator Pameran


KEMBALI KE MENU | KEMBALI KE ARKIB YKP

Hubungi Kami [Contact Us] | Hakcipta © 2002 - 2005 Yayasan Kesenian Perak | Erwina Crunk Design